APBN Terus Bekerja Menjaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Detik Time

- Redaktur

Sabtu, 12 Agustus 2023 - 21:32 WIB

30205 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –  Hingga akhir Juli 2023, kinerja APBN masih terjaga positif. Bahkan APBN terus bekerja untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pendapatan dan belanja negara tumbuh positif dan solid dalam menjaga pemulihan ekonomi dan melindungi masyarakat.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi Agustus 2023 pada Jumat (11/8/2023).

“Sampai dengan akhir Juli, APBN kita dari sisi pendapatan negara mencapai Rp1.614,8 triliun. Itu artinya kita sudah mengumpulkan 65,6 persen dari target APBN tahun ini. Cukup baik, sangat kuat sebetulnya, dan itu pertumbuhan 4,1 persen dibandingkan penerimaan akhir Juli tahun lalu,” ujar Menkeu.

Menkeu menuturkan, di tengah perekonomian dunia yang melambat, perkembangan ekonomi Indonesia terkini menunjukkan tanda-tanda positif yang menggembirakan. Peningkatan konsumsi rumah tangga dan aktivitas manufaktur yang terus berkembang telah menjaga Indonesia tetap mampu mencatatkan pertumbuhan yang relatif stabil dan berkelanjutan.

“Indonesia sendiri masih dalam posisi PMI yang ekspansif dan bahkan cenderung menguat yaitu 53,3,” jelas Menkeu.

Menkeu menambahkan bahwa ditengah kontraksi ekonomi dunia, hanya ada 18,2 persen negara yang mencatatkan PMI manufakturnya ekspansif dan sekaligus menguat, termasuk diantaranya Indonesia, India, Filipina dan Meksiko.

“Minggu lalu, BPS telah menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia dalam posisi yang cukup baik. Pertumbuhan ekonomi kita di 5,17 persen kalau pakai satu digit berarti menjadi 5,2 persen. Ini di atas ekspektasi dari mayoritas para analis pasar yang memprediksikan perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh namun tidak setinggi di 5,17. Itu artinya cukup baik,” lanjut Menkeu.

Baca Juga :  Nomor Dua Disebut Angka Kemenangan Buat Prabowo Gibran

Menkeu melanjutkan bahwa APBN terus bekerja untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika dilihat dari komposisi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua ini, konsumsi rumah tangga tumbuh dengan 5,2 persen. Itu lebih kuat dibandingkan Q1 yang 4,5 persen.

Menurut Menkeu, ada beberapa faktor yang pengaruhi oleh APBN dari konsumsi rumah tangga. Inflasi yang rendah karena APBN ikut bekerja bersama-sama dengan Bank Indonesia untuk menjaga inflasi supaya terus menurun sehingga menyebabkan daya beli masyarakat tetap terjaga atau bahkan menguat. Selain itu, APBN juga bekerja untuk membantu masyarakat terutama yang paling rentan 40 persen terbawah dengan belanja-belanja bantuan sosial dan bantuan kepada masyarakat. Hal ini juga turut meningkatkan daya beli dan juga konsumsi masyarakat terutama kelompok yang paling rentan.

Kemudian, APBN juga memberikan THR gaji ke-13 pada Q2 ini dan juga belanja yang dilakukan oleh pemerintah baik untuk persiapan Pemilu, penyelenggaraan ASEAN Chairmanship, pelayanan birokrasi dan investasi baik itu di proyek strategis nasional, IKN, dan pemeliharaan aset negara.

“Ini semuanya belanja negara yang jumlahnya sangat signifikan, sangat menentukan dan mempengaruhi kinerja growth terutama dari sisi permintaan. Konsumsi rumah tangga di 5,2 persen, konsumsi pemerintah tumbuh 10,6 persen di kuartal kedua. Kedua hal ini konsumsi rumah tangga dan pemerintah itu menjelaskan 60,8 persen dari total GDP nasional,” tukas Menkeu.

Dalam situasi ekonomi global yang melambat dan dinamika geopolitik yang masih terus bergejolak, APBN 2023 bertekad untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan melaksanakan agenda prioritas nasional. Tujuannya adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Jaksa Agung ST Burhanuddin: Membangun Akhlak dan Perilaku Jaksa dengan Attitude yang Baik

Kemudian, lanjut Menkeu, penerimaan pajak tumbuh positif mencapai Rp1.109,10 triliun (64,56 persen dari target), penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp149,83 triliun (49,4 persen dari target), dan PNBP mencapai Rp355,5 triliun (80,6 persen dari target).

“Belanja Negara di satu sisi sudah terlaksana Rp1.461,2 triliun. Ini artinya 47,7 persen dari Pagu Anggaran 2022 sudah dibelanjakan, dan ini tumbuh 1,2 persen dari belanja tahun lalu,” lanjut Menkeu.

Belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.020,4 triliun, di mana Rp562,6 triliun atau 55,1 persen dialokasikan untuk program yang memberi manfaat langsung ke Masyarakat. Sementara itu realisasi transfer ke daerah adalah sebesar Rp440,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.

“Posisi APBN secara keseluruhan masih dalam posisi surplus. Besarnya surplus Rp153,5 triliun atau kalau diukur dengan produk domestik bruto atau nilai ekonomi kita adalah 0,72 persen dari total produk domestik bruto nasional kita. Dari sisi keseimbangan primer juga surplus sebesar Rp394,5 triliun,” jelas Menkeu.

Kinerja APBN yang positif dan perekonomian yang tetap tumbuh diharapkan dapat menopang Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Berbagai tantangan seperti fluktuasi ekonomi global dan perubahan kondisi pasar mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis guna melindungi masyarakat dari dampak negatif. APBN akan terus bekerja keras menjadi shock absorber untuk menjaga kesejahteraan rakyat. (IP)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Deklarasi Rembuk Relawan Tegak Lurus Jokowi
Indonesia Indicator: Polri Ikut Andil Suksesnya World Water Forum
JMSI Sumut Gelar Diskusi Media Siber, Bahas Peran Media Menjaga Keamanan Sumut Jelang Pilkada
Sabet juara Tingkat Nasional berturut turut, Dandim 1016 Palangka Raya Terima Tropi Juara Kedua LKJ TMMD ke-119
Program Pendidikan Siswa Qur’ani Mencetak Polwan Berprestasi dengan Keagamaan Kuat
Ketahanan Pangan dan Kemandirian Infrastruktur Mendukung Indonesia Emas 2045, Inkindo Gelar Talk Show dan Halal Bihalal
Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang Berikan Penghargaan dan Gelar Halal Bi Halal
Kepala Desa Main Judi, LIRA Tuding Oknum Kapolsek Badar Tangkap Lepas

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:58 WIB

Fachrul Razi Gagas Majelis Pers Aceh (MPA)

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:03 WIB

PT PEMA DAN PEMKOT LANGSA LANJUTI KERJA SAMA PEMANFAATAN KARBON

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:28 WIB

Sambut Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Kolaborasi bersama TP-PKK Aceh Dalam Pemberdayaan Perempuan dan Anak

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:51 WIB

Darlis Azis Pimpin PAKAT Periode 2024-2026

Selasa, 9 Juli 2024 - 13:19 WIB

Safni SE, Kader Gerindra Kota Banda Aceh Siap Jadi Wakil Walikota

Senin, 8 Juli 2024 - 20:16 WIB

Kadin Aceh Dukung Harapan Guru Besar USK terkait PON Aceh

Senin, 8 Juli 2024 - 19:51 WIB

AKBP Ahmad Faisal Pasaribu Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya

Minggu, 7 Juli 2024 - 23:25 WIB

Bhayangkara Fest 2024 Membantu Pelaku UMKM Tingkatkan Penjualan

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Fachrul Razi Gagas Majelis Pers Aceh (MPA)

Jumat, 12 Jul 2024 - 13:58 WIB

BANDA ACEH

PT PEMA DAN PEMKOT LANGSA LANJUTI KERJA SAMA PEMANFAATAN KARBON

Kamis, 11 Jul 2024 - 12:03 WIB

DAERAH

Buruan di Serbu !! FUN BIKE “Hadiah Mobil Brio”

Kamis, 11 Jul 2024 - 10:43 WIB